Shalat yang dilakukan secara serius dapat menjadi sarana respons relaksasi tubuh yang baik . Niat yang ikhlas, ketika hendak mulai shalat, merupakan awal untuk memunculkan reaksi relaks dalam tubuh. Tekad yang kuat diucapkan melalui iftitah memberi suasana yang memudahkan konsentrasi bagi pikiran.
Konsentrasi pikiran adalah kunci keberhasilan shalat.Sekaligus, dalam hal yang lain pun butuh konsentrasi untuk menggapai suatu kesuksesan. Konsentrasi pikiran yang berpadu dangan gerakan teratur shalat dapat menghasilkan respon tubuh,antara lain, menurunnya tekanan darah dan teraturnya denyut nadi. Gerakan shalat itu sendiri adalah gerakan yang cocok bagi tubuh. Artinya gerakan itu merupakan gerakan alamiah mengikuti bentuk tubuh. Sehingga bagi tubuh gerakan shalat bukanlah gerakan yang asing dan aneh. Walaupun begitu, adalah keliru jika anda menjadikan alasan relaksasi sebagai alasan shalat. Shalatlah dengan khusyu!
foto koe..
Rabu, 17 November 2010
My Poetry
THE BRAIN IS WIDER THAN SKY
For put them side by side
The one the other will contain
With ease and you beside
The Brain is deeper than the sea
For hold them blue to blue
The one the other will absorb
As sponges bucked do
The brain is just the weight of God
For heft them pound for pound
And they will differ if they do
As Syllable from sound
Tidur Dalam Kegelapan Bisa Hindari Depresi
CALIFORNIA - Tidur dengan suasana pengeksposan cahaya dapat membuat perubahan di otak yang bisa mengarah pada mood yang buruk, termasuk depresi, menurut sebuah studi.
Penemuan ini bisa menjelaskan mengapa pekerja-pekerja dengan shift malam, yang biasa terekspos oleh cahaya pada malam hari, beresiko terkena mood yang buruk serta, ujar para penelitian. Demikian seperti yang dikutip dari Live Science, Kamis ( 18/11/2010).
Selama satu abad terakhir, cahaya malam buatan manusia telah menjadi umum di negara-negara industri, akan tetapi belum jelas apakah ekspos dari cahaya malam artifisial tersebut bisa berdampak pada otak manusia.
Untuk mengetahuinya, Tracy Bedrosian, mahasiswa kedokteran jurusan neuroscience di Ohio State University, dan para koleganya melakukan ujicoba dengan menempatkan dua ekor hamster di dua lingkungan. Satu hamster diekspos dengan 16 jam cahaya siang dan delapan jam kegelapan total pada malam harinya. Sementara hamster yang lain diekspos dengan 16 jam cahaya siang, dan pada malam harinya masih tetap diberi pencahayaan.
Setelah delapan pekan, para peneliti mengujicobakan perilaku dari kedua hamster tersebut. Hamster dari kedua grup diberi pilihan, antara untuk meminum air keran atau air air gula. Hamster yang terekspos dengan cahaya pada malam hari meminum jumlah air keran dan air gula yang sama, tapi mereka kehilangan kesenangan ketika meminumnya.
"Ini membuktikan kepada kita bahwa mereka tidak mendapat perasaan kesenangan dari meminum air gula mereka, dan hal itu mungkin bisa diinterpretasikan sebagai respon yang menyerupai depresi," ujar Bedrosian.
Perubahan pada perilaku ini dihubungkan dengan perubahan di bagian otak yang dikenal sebagai hippocampus. Hamster yang terekspos pada cahaya malam mengalami pengurangan jumlah duri dendritic pada permukaan sel di daerah ini. Duri Dendritic adalah seperti tonjolan yang menyerupai rambut yang sel otak gunakan untuk berkomunikasi dengan yang lain.
Penemuan ini sama dengan studi pada manusia yang menemukan bahwa hippocamus terlibat dalam gejala depresi. "Seorang pasien dengan depresi tinggi memiliki hippocamus yang kecil," kata Bedrosian.
Perubahan otak pada hamster mungkin naik dari fluktuasi dalam produksi hormon melatonin. Melatonin memberitahu tubuh waktu malam hari, akan tetapi cahaya buatan pada malam hari mempengaruhi pertumbuhan hormon melatonin. Hormon tersebut telah ditunnjukkan memiliki beberapa efek anti depresan, dan pengurangan dari melatonin mungkin akanmemicu gejala depresi," tambah Bedrosian.
"Jika mekanisme yang sama bekerja pada manusia, maka orang-orang harus menghindari tidur dengan TV dan lampu menyala, atau setidaknya mereka harus meminimalisir ekspos cahaya pada malam hari," tutup Bedrosian. (srn)
Penemuan ini bisa menjelaskan mengapa pekerja-pekerja dengan shift malam, yang biasa terekspos oleh cahaya pada malam hari, beresiko terkena mood yang buruk serta, ujar para penelitian. Demikian seperti yang dikutip dari Live Science, Kamis ( 18/11/2010).
Selama satu abad terakhir, cahaya malam buatan manusia telah menjadi umum di negara-negara industri, akan tetapi belum jelas apakah ekspos dari cahaya malam artifisial tersebut bisa berdampak pada otak manusia.
Untuk mengetahuinya, Tracy Bedrosian, mahasiswa kedokteran jurusan neuroscience di Ohio State University, dan para koleganya melakukan ujicoba dengan menempatkan dua ekor hamster di dua lingkungan. Satu hamster diekspos dengan 16 jam cahaya siang dan delapan jam kegelapan total pada malam harinya. Sementara hamster yang lain diekspos dengan 16 jam cahaya siang, dan pada malam harinya masih tetap diberi pencahayaan.
Setelah delapan pekan, para peneliti mengujicobakan perilaku dari kedua hamster tersebut. Hamster dari kedua grup diberi pilihan, antara untuk meminum air keran atau air air gula. Hamster yang terekspos dengan cahaya pada malam hari meminum jumlah air keran dan air gula yang sama, tapi mereka kehilangan kesenangan ketika meminumnya.
"Ini membuktikan kepada kita bahwa mereka tidak mendapat perasaan kesenangan dari meminum air gula mereka, dan hal itu mungkin bisa diinterpretasikan sebagai respon yang menyerupai depresi," ujar Bedrosian.
Perubahan pada perilaku ini dihubungkan dengan perubahan di bagian otak yang dikenal sebagai hippocampus. Hamster yang terekspos pada cahaya malam mengalami pengurangan jumlah duri dendritic pada permukaan sel di daerah ini. Duri Dendritic adalah seperti tonjolan yang menyerupai rambut yang sel otak gunakan untuk berkomunikasi dengan yang lain.
Penemuan ini sama dengan studi pada manusia yang menemukan bahwa hippocamus terlibat dalam gejala depresi. "Seorang pasien dengan depresi tinggi memiliki hippocamus yang kecil," kata Bedrosian.
Perubahan otak pada hamster mungkin naik dari fluktuasi dalam produksi hormon melatonin. Melatonin memberitahu tubuh waktu malam hari, akan tetapi cahaya buatan pada malam hari mempengaruhi pertumbuhan hormon melatonin. Hormon tersebut telah ditunnjukkan memiliki beberapa efek anti depresan, dan pengurangan dari melatonin mungkin akanmemicu gejala depresi," tambah Bedrosian.
"Jika mekanisme yang sama bekerja pada manusia, maka orang-orang harus menghindari tidur dengan TV dan lampu menyala, atau setidaknya mereka harus meminimalisir ekspos cahaya pada malam hari," tutup Bedrosian. (srn)
Senin, 28 September 2009
Hilangkan Kata Sekolah dalam Diri Kita!
Anda tahu sekolah? Ya , sekolah adalah sesuatu yang katanya bisa membuat kita menjadi pintar dan sukses. Tapi kenyataan nya kebanyakan remaja masa kini mengaggap bahwa sekolah itu adalah boring , selalu diatur oleh guru , kita dipaksa untuk memperhatikan padahal kita belum mengerti.Bisa kita pikirkan bahwa sebenarnya kita bersekolah itu seakan akan seperti robot yang selalu dikendalikan oleh para guru,maksudnya kita tidak bisa menolak perintah guru seperti di beri PR atau yang lainya. Kita seperti mayat yang setiap harinya berjalan menuju sekolah tapi ketika kita bersekolah kita tidak mendapatkan apa-apa atau formalitas saja untuk datang ke sekolah . Jadi maksudnya kebanyak orang yang bersekolah pada zaman sekarang sekolah itu bukanlah dianggap sebagai tempat mencari ilmu akan tetapi hanyalah suatu kebanggaan atau ajang untuk mengejar nilai. Karena sesungguhnya allah memerintahkan manusia mencari ilmu bukan hanya dengan cara bersekolah akan tetapi dimanapun kita berada kita harus mencari ilmu, dan ilmu itu pun harus diamalkan. Apakah kalian selama ini mencari ilmu untuk diamalkan? Kesimpulannya, jadikanlah sekolah itu hanya sebagai tempat saja tapi dalam prosesnya kita disitu dituntut untuk mencari ilmu dan ilmu itu diamalkan bukan hanya untuk mengejar nilai.
Politik Indonesia Semakin Hancur!!!
Perselisihan,saling bunuh membunuh harga diri,berebut kekuasaan,korupsi,itu semu adalah hal yang wajar terjadi di politik Indonesia.Kini masyarakat sudah buta dan bosan melihat politik Indonesia yang kian memburuk,tanpa ada kesadaran baik dari kalangan masyarakat ataupun pemerintah.Kini mereka(pemerintah dan wakil rakyat) menjabat jabatannya lebih cendrung untuk mencari kehidupan,bukanya menghidupkan segenap banga Indonesia.Entah mengapa?dengan adanya kemajuan zaman ini indonesia tidak memanfatkan kesempatan ini,yang ada malah nge-Drop,dan tidak ada progress yang real dan produktif.Contoh besarnya adalah perebutan hak antara KPK dan PORLI,mereka istilahnya ingin menag sendiri dan tidak ada yang sadar sama sekali baik dari kedua belah pihak.Mereka menginginkan hak yang menurut saya,mereka berdua sama memiliki haknya.Akan tetapi pastinya di balik hak itu ada batas dan tanggung jawabnya,tidak semena mena mengambil hak yang nggak jelas.Kita tahu sekarang mereka saling mengklaim suatu hak hukum,akhirnya itu harus masuk meja hijau ,tentunya tingkat fungsionalitasnya sangat minim.Jika mereka terus berselisih, lantas siapa yang mengurus Indonesia ini yang ada tikus tikus kantor berkaburan.Maka dari itu saya menghimbau kepada pemerintah agar lebih mengerti kondisi Indonesia yang sedang buruk,jangan dibuat tambah buruk lagi,hilangkan perselisihan,jadikan satu kesatuan Negara Republik Indonesia yang bisa menjadi negara yang Perfect.
Jumat, 17 Juli 2009
BUDI tidak jadi bermain bola???
Dhuuarrrr!!,ghlerr!!.. Suara yang begitu kencangnya menggentarkan tanah air kita.ya,Bom itu membuat tatanan peradaban Indonesia yang menjadi runtuh kembali.Tidak hanya itu,sang raksasa sepak bola dunia pun memastikan batal untuk bermain di Jakarta.MU yang akrab di sapa Budi itu,ingin bermain dengan Indonesia jika Timnas Indonesia datang ke Kuala Lumpur.Manchaster United sebenarnya mendambakan bermain di Indonesia,karena Indonesia adalah negara dengan penduduk relatif banyak,dan memang mereka sudah mengenal persis tentang persepak bolaan,bahkan sampai tim MU sendiri.Indonesia pun bisa dikatakan sebagai pendukung MU paling besar di dunia.Tapi sayang impian semua masyarakat Indonesia di luluh lantahkan oleh bom yang menimpa hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton.Bom itu membuat Indonesia resah dan kembali berduka,hotel Ritz Carlton itu adalah hotel yang akan tim MU singgahi selama dua hari di Indonesia.Tapi tak apa,kita harus bangkit dan berjaya!!!
Selasa, 14 Juli 2009
Sesuatu yang Salah
Hari demi hari kujalani,tiada hari yang menurutku penuh makna.Aku merasakan ada sesuatu yang salah dalam diriku.Tetapi entah kenapa aku tidak ingin merubahnya,hari itu aku merasakan sesuatu yang salah dalam diriku.Akupun harus berfikir lebih dalam,mengapa di dalam diriku ada sesuatu yang salah.Entah kenapa,sesuatu yang salah itu selalu menggerogoti bagian hidupku bagaikan parasit.Setelah kutelaah,ternyata aku belum menemukannya juga.Aku enggan,Aku malas mencari sesuatu yang salah itu,aku selalu di tipu,aku selalu dibohongi.Akhirnya akupun hanya bisa terdiam dengan keadaan itu dan berfikir... ahhh,aku telah menemukannya.Aku baru sadar bahwa aku adalah manusia,aku berdosa.Setiap manusia tidak luput dari salah dan dosa.. Emm.. kini aku tahu selama ini aku merasakan sesuatu yang salah itu adalah KESALAHANku.
Langganan:
Postingan (Atom)